kursor

Toad Jumping Up and Down

Selasa, 02 Juli 2013

bulu tangkis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Olahraga bulutangkis di Indonesia telah menempatkan diri sebagai olahraga yang sangat populer di kalangan masyarakat, oleh karena prestasi yang dicapai dan mampu bersaing dengan negara lain di dunia. Konsekuensi dari prestasi yang telah dicapai tersebut adalah setiap pemain dituntut untuk selalu meraih prestasi optimal. Sehubungan dengan itu baik pemain dan pelatih dituntut untuk melaksanakan pola program latihan yang ilmiah sesuai dengan perkembangan olahraga saat ini. Proses pembinaan dalam olahraga tidak bisa dilakukan secara instan, namun harus melalui proses yang panjang. Untuk mencapai prestasi yang optimal diperlukan ketekunan, pengorbanan,tekad serta dilandasi oleh motivasi yang tinggi untuk berprestasi optimal. Permainan bulutangkis merupakan permainan yang membutuhkan kemampuan fisik yang baik, kemampuan teknik dan mental bertanding yang baik. Permainan ini bertujuan untuk mencetak poin dan mencegah lawan untuk mencetak poin. Mencetak poin dalam permainan bulutangkis tidak dapat dipisahkan dengan kemampuan pemain dalam penguasaan teknik permainan bulutangkis. Kemampuan pemain sangat dipengaruhi oleh penguasaan teknik, fisik, dan mental. Teknik dasar permainan bulutangkis sangat penting dikuasai oleh pemain untuk dapat bermain dengan baik. Herman Subardjah (2000: 21) mengemukakan bahwa teknik dasar bulutangkis yang perlu dipelajari secara umum dapat dikelompokan ke dalam beberapa bagian, yaitu; cara grips (memegang raket), stance (sikap berdiri), footwork (gerakan kaki), strokes(pukulan).
1.2  Rumusan masalah
1.      Seperti apa permainan bulu tangkis?
2.      Alat apa saja yang digunakan?
3.      Bagaimana sejarah bulu tangkis?
4.      Seperti apa teknik dasar dalam permainan bulu tangkis?






BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Bulu Tangkis
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
2.1.1 Partai
Lapangan bulu tangkis
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
1.     Tunggal putra
2.     Tunggal putri
3.     Ganda putra
4.     Ganda putri
5.     Ganda campuran

2.1.2 Lapangan Dan Jaring
Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahansintetis yg lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain.Jaring setinggi 1,55 m berada tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
2.1.3 Perlengkapan
·            Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
·            Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
·            Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucutterbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari plastik.
·            Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
2.2 Memainkan Bulu Tangkis
area pertandingan
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi jaring di lapangan bulu tangkis. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin. Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah poin tertentu.
2.3 Teknik Dasar Bulu Tangkis
A.    Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam, yaitu: 
*      Pegangan forehand (pegangan dasar) Pegangan ini dapat di peroleh dengan cara mendirkan raket yang sisinya tegak dengan lantai Pegangan ini hampir sama dengan posisi tangan sedang bersalaman.
*      Pegangan backhand Pegangan ini dapat di peroleh dengan jalan memutar seperempat ke kanan dari pegangan forehand.
*      Pegangan pukul kasur/Amerika Cara pegangan ini adalah mula-mula raket diletakkan secara mendatar di atas lantai. Kemudian ambil dan peganglah raket pada pegangannya, sehingga bagian tangan antar ibu jari dan jaritelunjuk menempel pada bagian permukaan yang lebar.
B.     Teknik Pukulan 
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu: 
*      Pukulan Servis Pukulan servis merupakan pukulan degan raket untuk menerbangkan shuttlecock ke bidang lapangan lawan secara diagonal dan bertujuan sebagai permulaan permainan.
Macam-macam pukulan servis, yaitu:
ü  Pukulan servis pendek
ü   Pukulan servis panjang
ü  Pukulan servis mendatar
ü   Pukulan servis cambuk
*      Pukulan Lob Pukulan lob adalah pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin mengarah jauh ke belakang garis lapangan lawan.
Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
ü  Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang. 
ü   Underhand lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan dan di lambungkan tinggi ke belakang.
2.3.1 Servis
area servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk penerima servis. Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol. Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh pemenang dari set sebelumnya. Untuk partai ganda, beberapa peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin.
2.3.2        Sistem Pindah Bola
*      Sebelum pertandingan dimulai, harus ditentukan salah seorang pemain dari tiap-tiap pasangan sebagai"orang pertama". Pilihan ini berlaku untuk setiap set yang dimainkan.
*      Jumlah poin genap atau ganjil menentukan posisi "orang pertama" saat melakukan servis.
*      Setiap pasangan mempunyai dua kali kesempatan servis (masing-masing untuk tiap pemain) sebelum pindah bola, kecuali servis pertama pada tiap-tiap awal set tidak mendapat kesempatan kedua.
*      Saat pindah bola, servis pertama selalu dilakukan oleh pemain yang berada di sebelah kanan, bukan oleh "orang pertama".
Sistem Reli Poin
·         Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada servis kedua.
  • Servis dilakukan oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh pasangan tersebut.
·         Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih oleh lawan.
Sistem Penghitungan Poin
Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.
2.4 Sejarah Permainan Bulu Tangkis
Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores danShuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini. Penduduk Inggris membawa permainan ini ke JepangRepublik Rakyat Cina, dan Siam(sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka. Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di PuneIndia padaabad ke-19 saat mereka menambahkan jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru"). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estatDuke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris. Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
2.4.1 Induk Organisasi
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, WalesDenmark,BelandaKanadaSelandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir. Olahraga ini menjadi olimpiade musim panas di Barcelona tahun 1992Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu
2.4      Peraturan Bulutangkis

Format Dan Ketentuan Pertandingan
Format Pertandingan :
·           Peraturan pertandingan yang diberlakukan menganut statutes 2007/2008 dari BWF (Badminton World Federation).
·            Untuk cabang perorangan akan digunakan sistem gugur.
·            Untuk cabang beregu akan digunakan sistem setengah kompetisi.
·            Secara sederhana, peraturan yang diberlakukan adalah sebagai berikut:
Scoring System
·            Suatu Pertandingan terdiri dari best of 3 games dengan 21 point.
·            Pertandingan menganut sistem rally point.
·           Deuce terjadi pada kedudukan 20 sama, pihak yang terlebih dahulu memperoleh selisih 2 angka berhak memenangkan pertandingan.
·           Pada kedudukan 29 sama, pihak yang terlebih dahulu memperoleh angka 30 berhak memenangkan pertandingan.
·           Pihak yang memenangkan game pertama memperoleh hak servis pada game berikutnya.
Interval dan Pergantian Sisi Lapangan
·           Ketika leading score mencapai angka 11 maka setiap pemaian mendapatkan interval selama 60 detik.
·           Interval 2 menit di berikan pada rentang 2 game.
·           Pada game ketiga, pemain harus melakukan pergantian sisi lapangan bermain ketika leading score mencapai angka 11.
·           Ketentuan lain akan dijelaskan rinci pada draft peraturan pertandingan sesuai dengan statutes 2007/2008 BWF.
Penundaan Pertandingan
Bila keadaan tidak memungkinkan, panitia dapat menunda atau menghentikan pertandingan untuk kemudian dilakuakn ulang atau dilanjutkan pada waktu yang telah ditetapkan panitia pelaksana.
Walk Out
Pemain dinyatakan kalah W.O apabila:
·            Pemain tidak dapat melanjutkan pertandingan
·           Pemain belum ada di lapangan dalam jangka waktu 5 menit setelah mulai pertandingan (sesuai jadwal pertandingan)
Ketentuan Tambahan :
·            Pertandingan cabang bulutangkis menganut sistem gugur.
·            Pengambilan undian akan dilaksanakan pada waktu technical meeting.
·            Setiap atlet diperbolehkan mengikuti maksimal 2 nomor yang berbeda.
·           Setiap himpunan hanya boleh mengirimkan 1 wakil pada tiap nomor yang dipertandingkan.
·           Shuttlecock yang dipergunakan dari babak penyisihan sampai dengan babak perempat final dibatasi maksimal sebanyak 3 buah/pertandingan.
·           Shuttlecock yang dipergunakan dari babak semi final dan final dibatasi maksimal sebanyak 5 buah/pertandingan.
·           Keputusan Official pertandingan (wasit dan hakim garis) adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
·           Pemain harus menggunakan pakaian standar permainan bulu tangkis (Celana pendek + Baju Berkerah), pengecualian untuk muslimah yang berkerudung.
·            Pemain harus mengenakan sepatu dan kaos kaki.
·            Raket disediakan sendiri oleh pemain.
·           Diperlakukan sistem seeded yang ditentukan dari Olimpiade VI KM ITB dan GBC 2 tahun kebelakang. 
Tata Tertib Permainan Di Lapangan
Skor Pertandingan
Cabang olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang menggunakan rally point score, dimana jika salah satu pemain melakukan pelanggaran atau gagal memukul shuttlecock dengan baik, maka akan terjadi pindah bola dan lawan akan mendapatkan poin. Game dilakukan dengan sistem best of three games, dimana untuk memenangkan permainan, pemain harus memenangkan 2 set pertandingan. Skor tiap set ialah 21, jika pemain terlebih dulu mencapai poin 21, maka pemain tersebut menang. Jika skor 20-20, maka batas menang tidak 21, namun menjadi 22. Begitu juga jika skor 21-21, maka batas menang menjadi 23, 22-22 menjadi 24, 23-23 menjadi 25, dan seterusnya. Hal tersebut dinamakan deuce. Batas maksimal deuce ialah 30. Sehingga jika skor 29-29, batas menang tidak 31, namun tetap 30.
Peraturan Pertandingan
·            SERVICE
Merupakan pukulan tandanya jalannya permainan, terdapat 2 jenis service, yaitu service forehand dan backhand. Service dilakukan secara diagonal. Ketika pemain berada di sisi kanan, maka service harus dilakukan ke arah kanan sisi permainan lawan, begitu pula sebaliknya. Daerah service seperti pada gambar di bawah ini :
Daerah
Service pertandingan tunggal putra/putri, Daerah service pertandingan ganda putra/putri/campuran
Jika bola service jatuh di daerah selain yang diberi warna, maka dinyatakan keluar. Untuk service poin genap, dilakukan di sisi kanan lapangan, sementara untuk poin ganjil, dilakukan di sisi kiri lapangan.
·            Daerah Permainan
Untuk permainan tunggal, bidang permainannya ialah sebagai berikut :
Untuk bidang permainan ganda, yang dipakai ialah seluruh bidang lapangan.
 Pelanggaran-pelanggaran
Pukulan dinyatakan fault (melanggar) jika :
ü  Menyangkut di net
ü  Terpukul, namun masih jatuh di bidang permainan sendiri
ü  Keluar bidang permainan lawan
Untuk ganda, bola sebelumnya terpukul/terkena raket salah satu pemain dan tidak menyebrang
Pemain dinyatakan fault jika :
ü  Saat menerima service, pemain bergerak duluan sebelum shuttlecock terpukul oleh lawan.
ü  Saat melakukan service forehand, shuttlecock dipukul dengan ujung raket melebihi dada.
ü  Saat melakukan service backhand, shuttlecock dipukul dengan ujung raket melebihi pusar.
ü  Saat melakukan atau menerima service, pemain menginjak garis.
ü  Raket melebihi net dan masuk ke daerah permainan lawan saat memukul shuttlecock
ü  Raket menyentuh net saat memukul shuttlecock.
ü  Pemain mengulur waktu terlalu lama (kerjasama wasit sangat berperan).
 Durasi Permainan
       Pada cabang olahraga bulutangkis, tidak ada batas waktu permainan, yang ada hanya batas waktu istirahat dan pergantian set. Untuk istirahat di poin 11 set 1 dan 2, waktu yang dibutuhkan ialah 1-2 menit. Sementara untuk pergantian set 1 ke 2, biasanya terjadi perpindahan bidang permainan, dan total waktu istirahatnya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit. Untuk set 3, waktu istirahat poin 11 nya berkisar antara 2-3 menit, karena pemain harus berpindah tempat. Sementara untuk pergantian set 2 ke 3, butuh waktu antara 3-5 menit. Selama poin belum 11, biasanya pemain tidak boleh istirahat minum atau melap keringat, namun jika pemain telah melakukan rally-rally panjang atau durasi permainan memang lama, biasanya pemain diperbolehkan melakukan istirahat, namun durasinya dibawah 1 menit.
 Perangkat Permainan
 Terdapat beberapa perangkat permainan, yaitu :
*      Wasit, sebagai pemegang kuasa tertinggi dan pengambil keputusan saat jalannya permainan.
*      Hakim service, untuk pengawas benar tidaknya service saat permainan berlangsung.
*      Hakim garis,  untuk melihat masuk tidaknya bola.Official (tentative), biasanya untuk melap lapangan ketika basah.
 Isyarat saat permainan
ü  Wajib dilakukan
ü  Untuk hakim garis, jika bola masuk, maka tangan kanan diluruskan kedepan, jika keluar, tangan kanan atau kedua tangan diluruskan ke samping. Jika bola tidak terlihat masuk apa keluar, maka hakim garis menutup muka.
ü  Jika dilihat pemain mengulur waktu dan melakukan pelanggaran, wasit wajib melakukan peneguran.

ü  Tidak wajib dilakukan
ü  Untuk hakim service jika ada, jika pemain fault saat service, hakim garis mengangkat tangan kanan dan melipat tangan kanan ke arah dada dengan posisi telapak tangan mengadah ke atas.
ü  Untuk wasit, jika pemain mengulur waktu cukup lama dan melakukan pelanggaran cukup banyak, premain protes agak ngotot, maka wasit memberi kartu kuning. Jika pemain mengulur waktu terlalu lama, pelanggaran terlalu banyak, dan protes pemain sangat mengganggu, wasit memberi kartu merah, yang artinya lawan mendapat giliran service dan mendapat poin.
kartu merah diberikan jika sebelumnya telah diberikan kartu kuning.
Tambahan Peraturan setelah Technical Meeting
ü  Baju + celana pendek. Baju TIDAK PERLU berkerah
ü  Untuk pertandingan beregu, memakai sistem GUGUR
ü  Urutan pertandingan di nomor beregu selalu tetap di setiap pertandingan dengan urutan dari awal, yaitu: tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.
ü  Shuttlecock yang dipakai adalah shuttlecock merk romeo dengan warna hitam.
ü  Untuk pemain akan diberikan waktu istirahat antara 15-20 menit sebelum bertanding lagi dalam pertandingan berikutnya apabila dia baru saja bermain.
ü  Dalam pertandingan beregu, 1 orang hanya boleh bermain di maksimal 2 cabang.
ü  Pemain DIHARAPKAN datang 15 menit sebelum pertandingan dimulai.
ü  Pemain yang belum ada di lapangan saat waktu telah melewati 5 menit, sejak dimulainya pertandingan sesuai jadwal akan dinyatakan kalah W.O.