BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Olahraga bulutangkis di Indonesia telah menempatkan diri sebagai olahraga
yang sangat populer di kalangan masyarakat, oleh karena prestasi yang
dicapai dan mampu bersaing dengan negara lain di dunia. Konsekuensi dari
prestasi yang telah dicapai tersebut adalah setiap pemain dituntut untuk selalu
meraih prestasi optimal. Sehubungan dengan itu baik pemain dan pelatih
dituntut untuk melaksanakan pola program latihan yang ilmiah sesuai dengan
perkembangan olahraga saat ini. Proses pembinaan dalam olahraga tidak
bisa dilakukan secara instan, namun harus melalui proses yang panjang. Untuk
mencapai prestasi yang optimal diperlukan ketekunan, pengorbanan,tekad serta
dilandasi oleh motivasi yang tinggi untuk berprestasi optimal. Permainan
bulutangkis merupakan permainan yang membutuhkan kemampuan fisik
yang baik, kemampuan teknik dan mental bertanding yang baik.
Permainan ini bertujuan untuk mencetak poin dan mencegah lawan untuk
mencetak poin. Mencetak poin dalam permainan bulutangkis tidak dapat
dipisahkan dengan kemampuan pemain dalam penguasaan teknik permainan
bulutangkis. Kemampuan pemain sangat dipengaruhi oleh penguasaan
teknik, fisik, dan mental. Teknik dasar permainan bulutangkis sangat
penting dikuasai oleh pemain untuk dapat bermain dengan baik. Herman Subardjah (2000: 21)
mengemukakan bahwa teknik dasar bulutangkis yang perlu dipelajari secara umum
dapat dikelompokan ke dalam beberapa bagian, yaitu; cara grips (memegang
raket), stance (sikap berdiri), footwork (gerakan kaki), strokes(pukulan).
1.2
Rumusan masalah
1.
Seperti apa permainan bulu tangkis?
2.
Alat apa saja yang digunakan?
3.
Bagaimana sejarah bulu tangkis?
4.
Seperti apa teknik dasar dalam permainan bulu
tangkis?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bulu Tangkis
Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang
permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal
yang sama.
2.1.1 Partai
Lapangan bulu tangkis
Ada lima partai yang
biasa dimainkan dalam bulu tangkis, yaitu:
1. Tunggal putra
2. Tunggal putri
3. Ganda putra
4. Ganda putri
5. Ganda campuran
2.1.2 Lapangan Dan Jaring
Lapangan bulu tangkis berbentuk persegi panjang dan mempunyai ukuran seperti terlihat pada gambar. Garis-garis yang
ada mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah
putih atau kuning. Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahansintetis yg lunak. Permukaan
lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik yang keras sangat tidak
dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera pada pemain.Jaring setinggi 1,55 m berada
tepat di tengah lapangan. Jaring harus berwarna gelap kecuali bibir jaring yang
mempunyai ketebalan 75 mm harus berwarna putih.
2.1.3 Perlengkapan
·
Raket
Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya
menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulu tangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat
terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang
hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
·
Senar
Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulu tangkis
adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan.
Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan
21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi
sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
·
Kok
Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulu tangkis, terbuat dari
rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucutterbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari
plastik.
·
Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain
membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan
lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat;
bulu tangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
2.2 Memainkan Bulu Tangkis
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi berseberangan pada kedua sisi
jaring di lapangan bulu tangkis. Permainan dimulai dengan salah satu pemain melakukan servis. Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melewati jaring ke wilayah
lawan, sampai lawan tidak dapat mengembalikannya kembali. Area permainan
berbeda untuk partai tunggal dan ganda, seperti yang diperlihatkan pada gambar.
Bila kok jatuh di luar area tersebut maka kok dikatakan "keluar". Setiap kali pemain/pasangan tidak dapat mengembalikan kok (karena
menyangkut di jaring atau keluar lapangan) maka lawannya akan memperoleh poin. Permainan berakhir bila salah satu pemain/pasangan telah meraih sejumlah
poin tertentu.
2.3 Teknik Dasar Bulu Tangkis
A.
Cara Memegang Raket Pegangan raket ada tiga macam, yaitu:
B.
Teknik Pukulan
Teknik pukulan adalah cara-cara melakukan pukulan pada permainan
bulitangkis dengan tujuan menerbangkan shuttlecock ke lapanagn lawan. Terdapat
macam-macam teknik dasar pukulan dalam permainan bulutangkis, yaitu:
Macam-macam pukulan servis, yaitu:
ü
Pukulan servis pendek
ü
Pukulan servis panjang
ü
Pukulan servis mendatar
ü
Pukulan servis cambuk
Pukulan lob dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
ü
Overhead lob, yaitu pukulan lob yang dilakukan dari atas kepala dengan cara
menerbangkan shuttlecock melambung ke arah belakang.
ü
Underhand lob, yaitu pukulan lob
yang dilakukan dari bawah dengan cara memukul shuttlecock yang berada di bawah badan
dan di lambungkan tinggi ke belakang.
2.3.1 Servis
Servis dilakukan dari satu sisi lapangan (kiri atau kanan) menyilang
menyeberangi jaring ke area lawan. Partai tunggal dan ganda memiliki area servis yang berbeda seperti
yang diilustrasikan pada gambar. Bila kok jatuh
di luar area tersebut maka kok dinyatakan "keluar" dan poin untuk
penerima servis. Posisi kiri atau kanan tempat servis dilakukan ditentukan dari jumlah poin
yang telah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis. Posisi kanan
untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan juga dilakukan saat jumlah poin masih nol. Pada set pertama pemain/pasangan yang melakukan servis untuk pertama kali
ditentukan dengan undian, sedangkan untuk set berikutnya dilakukan oleh
pemenang dari set sebelumnya. Untuk partai ganda, beberapa
peraturan berbeda diterapkan untuk perhitungan poin menggunakan sistem pindah bola dan sistem reli poin.
2.3.2
Sistem Pindah Bola
Sistem Reli Poin
·
Setiap pasangan hanya mendapat satu kali kesempatan servis, tidak ada
servis kedua.
- Servis dilakukan
oleh pemain yang posisinya sesuai dengan poin yang telah diraih oleh
pasangan tersebut.
·
Pemain yang sama akan terus melakukan servis sampai poin berikutnya diraih
oleh lawan.
Sistem
Penghitungan Poin
Sejak Mei 2006, pada kejuaraan resmi seluruh partai menggunakan sistem perhitungan 3x21 reli poin. Pemenang adalah pemain/pasangan yang telah memenangkan dua set.
2.4 Sejarah Permainan Bulu Tangkis
Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Republik Rakyat Cina.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih,
objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk
menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan. Di Inggris sejak zaman pertengahan
permainan anak-anak yang disebut Battledores danShuttlecocks sangat
populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat
(Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan
mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian
di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini. Penduduk Inggris membawa permainan ini
ke Jepang, Republik Rakyat Cina, dan Siam(sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah
setempat mereka. Olah raga kompetitif bulu tangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania
di Pune, India padaabad ke-19 saat mereka menambahkan
jaring dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal
sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada
masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang
pada 1860dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a
new game" ("Battledore bulu tangkis - sebuah permainan baru").
Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estatDuke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris. Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi bulu tangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional
pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England. bulu tangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di
wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
2.4.1
Induk Organisasi
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada tahun 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark,Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Perancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat
pada tahun 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September
2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation
menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang
hadir. Olahraga
ini menjadi olimpiade musim panas di Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh
masing-masing dua medali emas tahun itu
2.4 Peraturan
Bulutangkis
Format Dan Ketentuan Pertandingan
Format Pertandingan :
·
Peraturan pertandingan yang diberlakukan menganut statutes 2007/2008 dari
BWF (Badminton World Federation).
·
Untuk cabang perorangan akan digunakan sistem gugur.
·
Untuk cabang beregu akan digunakan sistem setengah kompetisi.
·
Secara sederhana, peraturan yang diberlakukan adalah sebagai berikut:
Scoring System
·
Suatu Pertandingan terdiri dari best of 3 games dengan 21 point.
·
Pertandingan menganut sistem rally point.
·
Deuce terjadi pada kedudukan 20 sama, pihak yang terlebih dahulu
memperoleh selisih 2 angka berhak memenangkan pertandingan.
·
Pada kedudukan 29 sama, pihak yang terlebih dahulu memperoleh angka 30
berhak memenangkan pertandingan.
·
Pihak yang memenangkan game pertama memperoleh hak servis pada game
berikutnya.
Interval dan Pergantian Sisi Lapangan
·
Ketika leading score mencapai angka 11 maka setiap pemaian
mendapatkan interval selama 60 detik.
·
Interval 2 menit di berikan pada rentang 2 game.
·
Pada game ketiga, pemain harus melakukan pergantian sisi lapangan bermain
ketika leading score mencapai angka 11.
·
Ketentuan lain akan dijelaskan rinci pada draft peraturan pertandingan
sesuai dengan statutes 2007/2008 BWF.
Penundaan Pertandingan
Bila keadaan tidak memungkinkan, panitia dapat menunda atau menghentikan
pertandingan untuk kemudian dilakuakn ulang atau dilanjutkan pada waktu yang
telah ditetapkan panitia pelaksana.
Walk Out
Pemain dinyatakan kalah W.O
apabila:
·
Pemain tidak dapat melanjutkan pertandingan
·
Pemain belum ada di lapangan dalam jangka waktu 5 menit setelah mulai
pertandingan (sesuai jadwal pertandingan)
Ketentuan Tambahan :
·
Pertandingan cabang bulutangkis menganut sistem gugur.
·
Pengambilan undian akan dilaksanakan pada waktu technical meeting.
·
Setiap atlet diperbolehkan mengikuti maksimal 2 nomor yang berbeda.
·
Setiap himpunan hanya boleh mengirimkan 1 wakil pada tiap nomor yang
dipertandingkan.
·
Shuttlecock yang dipergunakan dari babak penyisihan sampai dengan
babak perempat final dibatasi maksimal sebanyak 3 buah/pertandingan.
·
Shuttlecock yang dipergunakan dari babak semi final dan final dibatasi
maksimal sebanyak 5 buah/pertandingan.
·
Keputusan Official pertandingan (wasit dan hakim garis) adalah mutlak dan
tidak dapat diganggu gugat.
·
Pemain harus menggunakan pakaian standar permainan bulu tangkis (Celana
pendek + Baju Berkerah), pengecualian untuk muslimah yang berkerudung.
·
Pemain harus mengenakan sepatu dan kaos kaki.
·
Raket disediakan sendiri oleh pemain.
·
Diperlakukan sistem seeded yang ditentukan dari Olimpiade VI KM
ITB dan GBC 2 tahun kebelakang.
Tata Tertib Permainan Di Lapangan
Skor Pertandingan
Cabang olahraga bulutangkis merupakan olahraga yang menggunakan rally point
score, dimana jika salah satu pemain melakukan pelanggaran atau gagal memukul
shuttlecock dengan baik, maka akan terjadi pindah bola dan lawan akan
mendapatkan poin. Game dilakukan dengan sistem best of three games, dimana
untuk memenangkan permainan, pemain harus memenangkan 2 set pertandingan. Skor
tiap set ialah 21, jika pemain terlebih dulu mencapai poin 21, maka pemain
tersebut menang. Jika skor 20-20, maka batas menang tidak 21, namun menjadi 22.
Begitu juga jika skor 21-21, maka batas menang menjadi 23, 22-22 menjadi 24,
23-23 menjadi 25, dan seterusnya. Hal tersebut dinamakan deuce. Batas maksimal deuce
ialah 30. Sehingga jika skor 29-29, batas menang tidak 31, namun tetap 30.
Peraturan Pertandingan
·
SERVICE
Merupakan pukulan tandanya jalannya permainan, terdapat 2 jenis service,
yaitu service forehand dan backhand. Service dilakukan secara diagonal. Ketika
pemain berada di sisi kanan, maka service harus dilakukan ke arah kanan sisi
permainan lawan, begitu pula sebaliknya. Daerah service seperti pada gambar di
bawah ini :
Daerah Service pertandingan tunggal putra/putri, Daerah service pertandingan ganda putra/putri/campuran
Daerah Service pertandingan tunggal putra/putri, Daerah service pertandingan ganda putra/putri/campuran
Jika bola service jatuh di daerah
selain yang diberi warna, maka dinyatakan keluar. Untuk service poin genap,
dilakukan di sisi kanan lapangan, sementara untuk poin ganjil, dilakukan di
sisi kiri lapangan.
·
Daerah Permainan
Untuk permainan tunggal, bidang
permainannya ialah sebagai berikut :
Untuk bidang permainan ganda,
yang dipakai ialah seluruh bidang lapangan.
Pelanggaran-pelanggaran
Pukulan dinyatakan fault (melanggar) jika :
ü Menyangkut di net
ü Terpukul, namun masih jatuh di
bidang permainan sendiri
ü Keluar bidang permainan lawan
Untuk ganda, bola sebelumnya terpukul/terkena raket salah satu pemain dan
tidak menyebrang
Pemain dinyatakan fault jika :
ü Saat menerima service, pemain
bergerak duluan sebelum shuttlecock terpukul oleh lawan.
ü Saat melakukan service forehand,
shuttlecock dipukul dengan ujung raket melebihi dada.
ü Saat melakukan service backhand,
shuttlecock dipukul dengan ujung raket melebihi pusar.
ü Saat melakukan atau menerima
service, pemain menginjak garis.
ü Raket melebihi net dan masuk ke
daerah permainan lawan saat memukul shuttlecock
ü Raket menyentuh net saat memukul
shuttlecock.
ü Pemain mengulur waktu terlalu
lama (kerjasama wasit sangat berperan).
Durasi Permainan
Pada cabang olahraga bulutangkis, tidak ada batas waktu permainan, yang ada
hanya batas waktu istirahat dan pergantian set. Untuk istirahat di poin 11 set
1 dan 2, waktu yang dibutuhkan ialah 1-2 menit. Sementara untuk pergantian set
1 ke 2, biasanya terjadi perpindahan bidang permainan, dan total waktu
istirahatnya membutuhkan waktu sekitar 2-3 menit. Untuk set 3, waktu istirahat
poin 11 nya berkisar antara 2-3 menit, karena pemain harus berpindah tempat.
Sementara untuk pergantian set 2 ke 3, butuh waktu antara 3-5 menit. Selama
poin belum 11, biasanya pemain tidak boleh istirahat minum atau melap keringat,
namun jika pemain telah melakukan rally-rally panjang atau durasi permainan
memang lama, biasanya pemain diperbolehkan melakukan istirahat, namun durasinya
dibawah 1 menit.
Perangkat Permainan
Terdapat beberapa perangkat
permainan, yaitu :
Isyarat saat permainan
ü Wajib dilakukan
ü Untuk hakim garis, jika bola
masuk, maka tangan kanan diluruskan kedepan, jika keluar, tangan kanan atau
kedua tangan diluruskan ke samping. Jika bola tidak terlihat masuk apa keluar,
maka hakim garis menutup muka.
ü Jika dilihat pemain mengulur
waktu dan melakukan pelanggaran, wasit wajib melakukan peneguran.
ü Tidak wajib dilakukan
ü Untuk hakim service jika ada,
jika pemain fault saat service, hakim garis mengangkat tangan kanan dan melipat
tangan kanan ke arah dada dengan posisi telapak tangan mengadah ke atas.
ü Untuk wasit, jika pemain mengulur
waktu cukup lama dan melakukan pelanggaran cukup banyak, premain protes agak
ngotot, maka wasit memberi kartu kuning. Jika pemain mengulur waktu terlalu
lama, pelanggaran terlalu banyak, dan protes pemain sangat mengganggu, wasit
memberi kartu merah, yang artinya lawan mendapat giliran service dan mendapat
poin.
kartu merah diberikan jika sebelumnya telah diberikan kartu kuning.
Tambahan Peraturan setelah
Technical Meeting
ü Baju + celana pendek. Baju TIDAK
PERLU berkerah
ü Untuk pertandingan beregu,
memakai sistem GUGUR
ü Urutan pertandingan di nomor
beregu selalu tetap di setiap pertandingan dengan urutan dari awal, yaitu:
tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran.
ü Shuttlecock yang dipakai
adalah shuttlecock merk romeo dengan warna hitam.
ü Untuk pemain akan diberikan waktu
istirahat antara 15-20 menit sebelum bertanding lagi dalam pertandingan
berikutnya apabila dia baru saja bermain.
ü Dalam pertandingan beregu, 1
orang hanya boleh bermain di maksimal 2 cabang.
ü Pemain DIHARAPKAN datang 15 menit
sebelum pertandingan dimulai.
ü Pemain yang belum ada di lapangan
saat waktu telah melewati 5 menit, sejak dimulainya pertandingan sesuai jadwal
akan dinyatakan kalah W.O.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar