Lempar adalah salah satu bagian yang terdapat dalam olahraga atletik
yang selalu diperlombakan. Baik dalam penyelenggaraan pesta-pesta olahraga yang
bersifat nasional, internasional maupun dalam kejuaraan atletik itu sendiri.
Dalam cabang olahraga atletik, istilah yang digunakan untuk setiap cabang
olahraga disebut "nomor". Seperti nomor jalan dan lari, lompat dan
lempar.
Nomor lempar merupakan salahsatu nomor yang telah diperlombakan
sejak berlangsungnya olimpiade kuno di yunani. Kira-kira 779 sebelum masehi
yaitu untuk nomor lempar cakram dan lempar lembing. Lempar atau melempar adalah
merupakan salahsatu dari aktifitas pengembangan kemampuan gaya gerakan. Yaitu untuk melakukan suatu
bentuk gerakan dengan anggota geraknya secara lebih terampil (manipulasi) atau
saring juga dikatakan dengan ketrampilan manipulatif.
Untuk dapat melakukan suatu lemparan yang diinginkan, untuk
meningkatkan prestasi optimal, si pelempar dan pelatih terlebih dahulu harus
memahamu dan menguasai unsur-unsur pokok (basic fundamentalis)nya untuk nomor
lempar tersebut. Yang dimaksud dengan unsur-unsur pokok adalah :
· Harus
dapat membangun body momentum yang sebenarnya.
· Harus
dapat mengembangkan momentum-momentum tersebut dengan tenaga badan yang
sebesar-besarnya melalui suatu jarak waktu maksimum pada lintasan titik berat
badan yang seproduktif mungkin.
Karena kecepatan suatu alat yang dilemparkan atau ditolakan
ditentukan oleh jarak antara titik permulaan dan titik pelepasan dari alat yang
dilemparkan atau ditolakan tersebut sejauh-jauhnya dengan waktu yang
sesingkat-singkatnya ( Hukun Newton II ).
Nomor lempar dibagi menjadi 4 yaitu :
·
Tolak peluru (shot put)
·
Lempar lembing (javelin throw)
·
Lempar cakram (discus throw)
·
Lontar martil (hammer throw)
Lempar lembing merupakan olahraga perorangan yang
termasuk nomor lempar dalam atletik. Tujuan melakukan lomba lempar lembing
adalah dapat melakukan lemparan sejauh-jauhnya. Agar dapat melakukan lemparan
dengan benar dan menghasilkan lemparan yang sejauh mungkin maka harus menguasai
teknik-teknik dasarnya terlebih dahulu.
2.1.
Pengertian Lempar Cakram
Lempar Cakram adalah salah satu cabang olahraga
atletik. Cakram yang dilempar berukuran garis tengah 220 mm dan berat 2 kg
untuk laki-laki, 1 kg untuk perempuan.
Cara
melempar cakram dengan awalan dua kali putaran badan.
Berdiri membelakangi arah
lemparan, lengan memegang cakram diayunkan ke belakang kanan diikuti gerakan
badan, kaki kanan agak ditekuk, berat badan sebagian besar ada dikanan, cakram
diayunkan ke kiri, kaki kanan kendor dan tumit diangkat, lemparan cakram 30
derajat lepas dari pegangan, ayunan cakram jangan mendahului putaran badan,
lepasnya cakram diikuti badan condong ke depan.
Latihan dasar menggunakan ring karet atau rotan, diawali dengan sikap tegap langkahkan salah satu kaki
sambil mengayunkan ring ke depan. Lanjutkan ayunan hingga mengelilingi tubuh, jaga agar lengan
memegang ring tetap lurus dan berada di bawah ketinggian bahu. Langkahkan kaki lurus ke
depan (berlawanan dengan arah tangan). Ikuti gerakan pinggul dan dada ke depan.
Kemudian lepaskan ring, ayunkan tangan ke atas dan langkahkan kaki belakang ke
depan.
2.2.1. Cara Memegang Cakram
Pegang dengan
ujung jari-jari tangan, ibu jari memegang samping cakram, kemudian pergelangan
tangan ditekuk sedikit ke dalam.
2.2.2. Cara Mengayunkan Cakram
Ayunkan cakram dengan ring ke depan dan ke belakang di samping
tubuh. Pada saat mengayunkan cakram, tangan yang memegang cakram direntangkan
sampai lurus. Jangan sampai lepas.
2.2.3. Gerakan Lempar Cakram
Ada 3 tahapan dalam Melempar Cakram :
1. Persiapan
a.
Berdiri
dengan kedua kaki dibuka lebar
b.
Pegang
cakram dengan tangan kanan. Ayunkan sampai di atas bahu sambil memutar badan ke
kiri, kemudian ke kanan secara berulang-ulang. Saat cakram diayun ke kiri,
bantu tangan kiri dengan cara menyangganya
2. Pelaksanaan
a.
Ayunkan
cakram ke depan lalu ke belakang
b.
Pada
saat cakram di belakang, putar badan dan ayunkan cakram ke samping-depan-atas
(membentuk sudut 40o )
c.
Lepaskan
cakram pada saat berada di depan muka
3. Penutup
a.
Bantu
lemparan dengan kaki kanan agar tercipta suatu tolakan kuat pada tanah sehingga
badan melonjak ke depan-atas
b.
Langkahkan
kaki kanan ke depan untuk menumpu, sedangkan kaki kiri diangkat rileks untuk
menjaga keseimbangan badan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar