2.1.
Definisi Lontar Martil
Lontar Martil
merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang sering diperlombakan pada
even-even olahraga baik ditingkat nasional maupun internasional.
Beberapa
keterangan umum dalam pelatihan lontar martil :
A.
Jarak yang diperoleh dalam lontar
martil sangat tergantung pada kecepatan gerak dan sudut pada saat martil tadi
terlepas dari tangan.
B.
Untuk mendapatkan kecepatan gerak
yang maksimum dari martil, hendaknya menggunakan gerakan rotasional dengan kaki
kiri sebagai sumbu menyilang lingkaran.
C.
Biasanya dapat dilakukan 3 rotasi
atau putaran.
D.
Pada waktu berputar, martil dan
pelontarnya berputar dengan sumbu yang melintasi bagian tubuh yang kontak
dengan tanah.
E.
Martil berputar dengan bentuk
spiral.
Untuk meningkatkan
kecepatan linear martil, yakni
harus
menambah jarak sumbu dengan cara merentangkan tangan selurus mungkin.
2.2.
Tehnik Dasar Lontar Martil
Ada beberapaTeknik Dasar Lontar Martil yang harus dikuasai oleh seorang pelempar diantaranya Posisi
awalan dan ayunan, putaran dan transisi, fase akhir, dan lemparan. Untuk lebih
jelasnya berikut ini akan dijelaskan Teknik Dasar Lontar Martil tersebut :
Beberapa
tahap gerakan lontar martil :
1.
Posisi Awal dan Ayunan
Teknik dasar lontar martil dengan awalan dimulai dengan cara martil
dipegang pada bagian handle dengan menggunakan tangan kiri kemudian ditutup
dengan tangan kanandan posisi kedua ibu jari menyilang. Kepala martil boleh
ditempatkan di atas tanah sebelah kanan atau dibelakang si pelempar kemudian
pelempar dapat mengayunkan martil sebagi ayunan permulaan. Titik terendah dari
ayunan permulaan adalah hanya ketika martil melewati bagian kanan dari kaki
kanan.
2.
Putaran dan Transisi
Ketika martil mencapai titik terendah pelempar
mulai pivot di atas timit tungkai kiri dan ujung telapak kaki kanan. putaran
dibuat di atas tumit dan kaki kiri sampai mengahadap ke arah depan dari
lingkaran dan kemudian dilanjutkan dengan memutarnya kembali di atas
telapak kaki bagian depan sampai kembali ke arah semula. Tubuh bagian bawah
membawa tubuh bagian atas bergerak ke depan, dengan tangan kiri menutup dada,
dan selama tungkai bergerak, martilpun terus bergerak. Kaki kanan meninggalkan
tanah ketika kaki kiri selesai dengan gerakan tumitny, berat badan dipindahkan
ke tungkai kiri dan seterusnya.
3.
Fase Akhir
Beberapa saat sebelum putaran berakhir atau
sebelum martil mencapai titik terendah, pelempar sudah mulai menarik martilnya,
mempercepat jalannya martil saat bergerak ke arah bawah dan mencoba untuk
mempercepat gerakan kedua tungkai dalam upaya mempercepat gerakan kedua tungkai
dalam upaya mempercepat putaran tubuh bagian bawah.
4.
Lemparan
Teknik dasar lontar martil pada tahap ini
dilakukan dengan meluruskan kedua tungkai dengan kuat, badan lebih dibusungkan
lagi dengan kepala direbahkan ke arah belakang atau dengan posisi tertengadah,
ketika martil telah ditempatkan pada dudut trayektorinya, pelempar harus
melihat ke arah lemparan, kemudian mengangkat kedua lengan di akhir gerakannya
dan pandangan kedua matanya mengikuti jalannya martil sebelum mengganti posisi
kedua tungkainya.
2.2.1.
Tahapan Lontar Martil
A. Memegang Martil
Tehnik memegang martil merupakan tahap
pertama dari serangkaian gerakan dalam cabang lontar martil.
Petunjuk
pelaksanaan :
- Martil dipegang dengan dua
tangan.
- Untuk melindungi tangan,
biasanya tangan kiri pelontar menggunakan sarung tangan.
- Tungkai martil terletak pada
sendi jari-jari tangan kiri dan jari-jari tangan kanan diatasnya.
- Tahap
Ayunan
Petunjuk
pelaksanaan :
- Ayunan pendahuluan dimulai
dari suatu posisi dibelakang lingkaran dengan punggung menghadap ke
lingkaran untuk melontar.
- Kaki hendaknya dibuka
secukupnya dengan kepala martil terletak ditengah dibelakang sebelah
kanan.
- Gerakan melingkar dimulai
dengan memutar tubuh menghadap ke kiri dan pada saat itu juga mengangkat
lengan dan punggung.
- Kedua lengan mengayun martil
selebar mungkin, lengan harus tetap lurus sampai satu titik tinggi diatas
bahu kiri.
- Setelah mencapai titik
tertinggi tadi, siku ditekukan dan punggung diputar ke belakang begitu
gerakan kebawah martil dimulai.
- Selama gerakan mengayun, titik
tertinggi martil dibiarkan terletak di kiri belakang dan titik terendah
didepan kanan.
- Berat badan dipindahkan dari
satu kaki ke kaki lain, mendahului perpindahan arah martil.
- Tahap
Melontar
Petunjuk
pelaksanaan :
- Tahap melontar dimulai
ketika martil mencapai titik tertinggi dalam putaran martil.
- Ketika martil melampaui
titik terendah, tubuh harus mulai berhenti berputar dan mulai mengangkat
ke atas.
- Tenaga angkatan ini didapat
dengan cara meluruskan kaki kiri sekuat tenaga, juga punggung, lengan dibiarkan
pasif.
- Tarikan yang kuat oleh
lengan kiri melengkapi pelepasan martil ini melalui bahu kiri.
- Kedua kaki harus terpantang
kokoh diatas tanah pada saat martil dilepaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar